مو سسة "شجرة العلم" الا سلامية

dokumen-dokumen yang mirip
Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Yang Diizinkan Tidak Berpuasa

BAB IV KONSEP SAKIT. A. Ayat-ayat al-qur`an. 1. QS. Al-Baqarah [2]:

KRITERIA MENJADI IMAM SHOLAT

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Mengganti Puasa Yang Ditinggalkan

Konsisten dalam kebaikan

Qawaid Fiqhiyyah. Niat Lebih Utama Daripada Amalan. Publication : 1436 H_2015 M

Amalan Setelah Ramadhan. Penulis: Al-Ustadz Saifuddin Zuhri, Lc.

Adab makan berkaitan dengan apa yang dilakukan sebelum makan, sedang makan dan sesudah makan.

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Hadits-hadits Shohih Tentang

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 4 Tahun 2003 Tentang PENGGUNAAN DANA ZAKAT UNTUK ISTITSMAR (INVESTASI)

Mengabulkan DO A Hamba-Nya

Tatkala Menjenguk Orang Sakit

APA PEDOMANMU DALAM BERIBADAH KEPADA ALLAH TA'ALA?

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Orang Yang Meninggal Namun Berhutang Puasa

ISLAM IS THE BEST CHOICE

Wa ba'du: penetapan awal bulan Ramadhan adalah dengan melihat hilal menurut semua ulama, berdasarkan sabda Nabi r:

HambaKu telah mengagungkan Aku, dan kemudian Ia berkata selanjutnya : HambaKu telah menyerahkan (urusannya) padaku. Jika seorang hamba mengatakan :

Sunnah menurut bahasa berarti: Sunnah menurut istilah: Ahli Hadis: Ahli Fiqh:

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Qawa id Fiqhiyah. Pertengahan dalam ibadah termasuk sebesar-besar tujuan syariat. Publication: 1436 H_2014 M

Serial Bimbingan & Penyuluhan Islam

ZAKAT PENGHASILAN. FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 3 Tahun 2003 Tentang ZAKAT PENGHASILAN

Derajat Hadits Puasa TARWIYAH

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

"Jadilah orang yang wara' niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah"

Oleh: Shahmuzir bin Nordzahir

Syarah Istighfar dan Taubat

Bagi YANG BERHUTANG. Publication: 1434 H_2013 M. Download > 600 ebook Islam di PETUNJUK RASULULLAH

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 284

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Keutamaan Akrab Dengan Al Qur an

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Anjuran Mencari Malam Lailatul Qadar

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

(الإندونيسية بالغة) Wara' Sifat

Berkompetisi mencintai Allah adalah terbuka untuk semua dan tidak terbatas kepada Nabi.

Keutamaan Bulan Ramadhan

UNTUK KALANGAN SENDIRI

Pengasih dan Pembenci, keduanya hukumnya haram. Pertanyaan: Apakah hukumnya menyatukan pasangan suami istri dengan sihir?

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Iman Kepada KITAB-KITAB

ISLAM DIN AL-FITRI. INDIKATOR: 1. Mendeskripsikan Islam sebagai agama yang fitri

Menzhalimi Rakyat Termasuk DOSA BESAR

PUASA DI BULAN RAJAB

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR:

ج اء ك م ر س ول ن ا ي ب ي ن ل ك م ك ث ير ا م ما ك ن ت م ت خ ف و ن م ن ال ك ت اب و ي ع ف و ع ن ك ث ير ق د ج اء ك م م ن الل ه ن ور و ك ت اب

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Fatwa Tentang Tata Cara Shalat Witir. Pertanyaan: Bagaimana tatacara mengerjakan shalat witir yang paling utama? Jawaban: Segala puji bagi Allah I.

Kajian Bahasa Arab KMMI /12 Shafar 1433 H 1

MENTASHARUFKAN DANA ZAKAT UNTUK KEGIATAN PRODUKTIF DAN KEMASLAHATAN UMUM

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

TAHAJJUD (QIAMUL LAIL) & WITIRNYA. Oleh: Rasul bin Dahri

KOMPETENSI DASAR: INDIKATOR:

PENYERANGAN AMERIKA SERIKAT DAN SEKUTUNYA TERHADAP IRAK

BAB I PENDAHULUAN. berpasang-pasangan termasuk di dalamnya mengenai kehidupan manusia, yaitu telah

TAFSIR AYAT PUASA. Oleh: Download ± 300 ebook Islam, Gratis!!! kunjungi.

ف ان ت ه وا و ات ق وا الل ه ا ن الل ه ش د يد ال ع ق اب

Oleh : Syaikh Salim bin Ied al-hilali

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

- Shalat pada malam Lailatul Qadar menghilangkan dosa-dosa yang lalu

Perbaikan Keadaan Umat Urgensi Dan Cara Mewujudkannya

DOA dan DZIKIR. Publication in PDF : Sya'ban 1435 H_2015 M DOA DAN DZIKIR SEPUTAR PUASA

حفظو هللا Oleh : Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc, MA. Publication : 1437 H_2016 M. Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

1. Lailatul Qadar adalah waktu diturunkannya Al Qur an

MASUK SURGA Karena MEMBUANG DURI

KOMPETENSI DASAR: INDIKATOR:

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 2/MUNAS VII/MUI/6/2005 Tentang PERDUKUNAN (KAHANAH) DAN PERAMALAN ( IRAFAH)

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif

HADITS TENTANG RASUL ALLAH

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 7/MUNAS VII/MUI/11/2005 Tentang PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA

FATWA TARJIH MUHAMMADIYAH PILIHAN DOA IFTITAH MENURUT PUTUSAN TARJIH MUHAMMADIYAH

خفظه االله Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-sidawi

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

PENGERTIAN TENTANG PUASA

Doa dan Dzikir Seputar Musuh dan Penguasa

Mengadu Domba Sesama Muslim. E-Artikel dari UstadzAris.com

BULAN MUHARRAM BUKAN BULAN SIAL

Puasa Tatawwu' atau Puasa Sunat


Amalan-amalan Khusus KOTA MADINAH. خفظو هللا Ustadz Anas Burhanuddin,Lc,M.A. Publication: 1435 H_2014 M AMALAN-AMALAN KHUSUS KOTA MADINAH

PETUNJUK NABI TENTANG MINUM

Puasa Mengajarkan Mencintai Orang Miskin

Adzan Awal, Shalawat dan Syafaatul Ujma ADZAN AWAL, MEMBACA SHALAWAT NABI SAW, DAN SYAFA ATUL- UZHMA

Berkahilah untuk ku dalam segala sesuatu yang Engkau keruniakan. Lindungilah aku dari keburukannya sesuatu yang telah Engkau pastikan.

CARA PRAKTIS UNTUK MENGHAFAL AL-QUR AN

MUQADDIMAH KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA

Prof. Dr. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin

Perjalanan Meraih Ridha Ar-Rahmaan

TETANGGA Makna dan Batasannya حفظه هللا Syaikh 'Ali Hasan 'Ali 'Abdul Hamid al-halabi al-atsari

PERAYAAN NATAL BERSAMA

Syirik Penyebab Kerusakan Dan Bahaya Besar. February 3

TAFSIR AKHIR SURAT AL-BAQARAH

PENEMPELAN PHOTO PADA MUSHAF AL-QUR AN (KEMULIAAN AL-QUR AN)

BAB 13 SALAT JAMAK DAN QASAR

2. Tauhid dan Niat ]رواه مسلم[

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

HUKUM RINGKAS PUASA RAMADHAN HUKUM RINGKAS PUASA RAMADHAN

Transkripsi:

BENARKAH MUHARRAM BULAN SIAL? Oleh: Abdullah Zaen, Lc, MA Materi Pengajian Pertemuan Keluarga Paguyuban Pagarmas, Ahad, 19 Desember 2010, di kediaman Bpk Sukirjan di Purwokerto Alhamdulillâhi wahdah wash shalâtu was salâmu 'alâ rasûlillâh Mitos Seputar Bulan Muharram Sudah menjadi keyakinan bagi sebagian masyarakat Indonesia Jawa khususnya bahwa bulan Muharram -atau bulan Suro dalam istilah Jawa- adalah bulan keramat. Pada tanggaltanggal tertentu mereka menghentikan aktivitas aktivitas yang bersifat hajatan besar, menghindari perjalanan jauh, sebab hari itu mereka anggap sebagai hari naas atau sial. Bulan itu juga mereka takuti bagi pasangan yang hendak merencanakan pernikahan. Oleh karenanya mereka sangat menghindarinya dan memilih pernikahan dilaksanakan pada bulanbulan lain. Pasalnya, -menurut klaim mereka- pernikahan yang dilangsungkan pada bulan Muharram kerap mendatangkan sial bagi pasangan, seperti perceraian, kematian, tidak harmonis, dililit utang, dsb. Budaya ini sudah mengakar sebagai warisan nenek moyang kita. Kami tidak tahu secara pasti ini dari mana sumbernya, tetapi mungkin saja sebagai pengaruh asimilasi budaya Hindu dan Islam yang ketika berbaur memunculkan isme baru yaitu paham kejawen. Mitos Bulan Suro dalam Timbangan Sejatinya, mitos tersebut di atas tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Batilnya mitos itu minimal bisa dipandang dari tiga tinjauan; tinjauan syariat Islam, sejarah dan sisi rasional. 1. Tinjauan Syariat Dari segi syariat, bulan Muharram adalah bulan yang mulia dan termasuk dalam golongan 4 bulan istimewa yang diharamkan Allah. 1 Disunnahkan untuk memperbanyak puasa di bulan ini. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihiwasallam, " ا ف ض ل الص ي ام ب ع د ر م ض ان ش ه ر االله ال م ح ر م و ا ف ض ل الص لا ة ب ع د ال ف ر ي ض ة ص لا ة الل ي ل ". Tulisan ini kami ringkas dari makalah di situs Musholla al-barokah yang berjudul Asyura dalam Perspektif Islam, Syi ah dan Kejawen dengan beberapa tambahan dari beberapa sumber, antara lain: makalah berjudul Asyuro Hari Raya Anak Yatim? yang dimuat dalam situs As-Sunnah. 1 Sebagaimana dalam QS. At-Taubah: 36. Lihat tafsir ayat tersebut dalam Tafsîr al-qurthuby (X/197), Tafsîr Ibn Katsîr (IV/144-149), Jâmi al-bayân karya al-îjiy (hal. 378), Tafsîr al-jalâlain karya as-suyûthy dan al-mahally (hal. 201) dan Tafsîr as-sa dy (hal. 296). 1

Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah bulan Allah; Muharram. Dan shalat paling utama sesudah shalat fardhu adalah shalat malam. HR. Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah. Terlebih lagi berpuasa di tanggal sepuluh dari bulan ini, ditambah dengan tanggal sembilan atau sebelas. Rasulullah shallallahu laihiwasallam bersabda, و ص ي ام ي و م ع اش و ر اء ا ح ت س ب ع ل ى االله ا ن ي ك ف ر الس ن ة ال ت ي ق ب ل ه ". Aku berharap pada Allah agar puasa di hari Asyura (tanggal sepuluh bulan Muharram) bisa menghapuskan dosa satu tahun lalu. HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Qatadah. Sedangkan yang dilarang oleh syariat di bulan ini adalah melakukan peperangan kecuali apabila umat Islam diperangi. Termasuk diharamkan pula perbuatan-perbuatan menzalimi diri sendiri. Perbuatan maksiat di bulan ini dilipatgandakan dosanya. 2 Apalagi jika maksiat tersebut bernuansa syirik dan khurafat, seperti keyakinan bahwa bulan ini adalah bulan sial. Meyakini adanya hari atau bulan sial merupakan bentuk celaan terhadap waktu yang Allah ciptakan, dan itu beresiko mencela Allah yang menciptakannya. Nabi shallallahu alaihiwasallam bersabda, "لا ت س ب وا الد ه ر ف ا ن االله ه و الد ه ر ". Janganlah kalian mencela dahr (waktu) karena Allah itu adalah dahr. HR Muslim (XV/6 no. 5827) dari Abu Hurairah. Maksudnya bahwa Allah adalah pencipta waktu, sebagaimana terdapat dalam riwayat lain yang menjadi penafsir hadits di atas. Dan mencela ciptaan Allah beresiko mencela Penciptanya 3. Rasulullah shallallahu alaihiwasallam bersabda, "ق ال االله ع ز و ج ل : ي و ذ ي ن ي اب ن ا د م ي س ب الد ه ر و ا ن ا الد ه ر ب ي د ي ال ا م ر ا ق ل ب الل ي ل و الن ه ار ". Allah azza wa jalla berfirman, Anak Adam telah menyakiti-ku; ia mencela dahr (waktu), padahal Aku adalah (pencipta) dahr. Di tangan-ku segala perkara, Aku memutar malam dan siang. HR. Bukhari (hal. 1034 no. 5827) dan Muslim (XV/5 no. 5824) dari Abu Hurairah. Hari, bulan dan tahun yang Allah ciptakan semuanya baik, tidak ada yang sial atau naas. Sesungguhnya kesialan, kecelakaan adalah bagian dari takdir Allah, yang tidak diketahui hamba- Nya kecuali setelah terjadi. Allah bisa menimpakan kesialan atau kenaasan kepada siapapun, di manapun dan kapanpun, bila Allah menghendakinya. Dan hamba harus rela menerima takdir tersebut. Perlu diketahui pula bahwa mengkambinghitamkan waktu sebagai penyebab kesialan suatu usaha, sejatinya merupakan mitos masyarakat Arab jahiliyah. Mereka sering berkumpul di 2 Tafsîr Ibn Katsîr (IV/148). 3 Lihat: Syarh Shahîh Muslim karya an-nawawy (XV/5-6) dan Fath al-bâry karya Ibn Hajar al- Asqalany (VIII/730-731). 2

berbagai kesempatan untuk berbincang-bincang tentang berbagai hal dan terkadang dalam perbincangan mereka terlontar ucapan-ucapan yang mempersalahkan waktu sebagai penyebab kesialan usaha mereka, atau manakala mereka ditimpa berbagai musibah lainnya. 4 Di samping itu, keyakinan adanya hari atau bulan sial merupakan bentuk thiyarah atau tasya um (menganggap sial sesuatu) yang dilarang oleh Nabi shallallahu alaihiwasallam, karena ia merupakan kesyirikan yang biasa dilakukan oleh kaum jahiliyah sebelum Islam. Nabi shallallahu alaihiwasallam bersabda, "الط ي ر ة ش ر ك ". Thiyarah adalah kesyirikan (beliau mengulanginya 3x). HR. Ahmad dan dinyatakan sahih oleh al-hakim, Ibn Hibban dan al-albany. Kemudian perlu diketahui juga bahwa tidak ada larangan melakukan aktifitas yang mubah di bulan Muharram, apalagi yang bernuansa ibadah, semisal pernikahan. 2. Tinjauan Sejarah Pada bulan ini pula tepatnya tanggal 10 Nabi Musa alaihissalam selamat dari kejaran tentara Fir aun. Ibnu Abbas mengisahkan, Ketika Rasulullah shallallahu alaihiwasallam kembali ke Madinah, beliau mendapatkan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Maka beliau bertanya kepada mereka, Hari apa ini yang kalian sekarang sedang berpuasa? Maka mereka menjawab, Hari ini adalah hari yang agung di mana Allah ta ala menyelamatkan Nabi Musa bersama kaumnya serta menenggelamkan Fir aun dan kaumnya, maka Nabi Musa berpuasa pada hari itu untuk menyukurinya, kemudian kami mengikutinya. Rasulullah pun bersabda, Kami lebih berhak dan lebih utama terhadap Musa dari pada kalian. Kemudian beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa pula. HR. Bukhari dan Muslim. Kisah ini menuturkan kejadian suka-cita, bukan duka cita, apalagi kisah kesialan. Jadi, menganggap bulan Muharram sebagai bulan naas tidak ada landasan sejarah yang membenarkannya. Karena pada bulan ini justru kita mendapatkan anugerah yang sangat tinggi, wajarlah jika kemudian kaum muslimin mensyukurinya dengan berpuasa tanggal 10 Muharram. 3. Tinjauan Produktifitas Amal Secara rasional, tidak dipergunakannya sebuah hari lebih-lebih sebulan untuk melakukan aktivitas sebagaimana layaknya, tentu akan mengurangi produktifitas kerja atau amal. Ketika pada hari itu semestinya bisa dimanfaatkan misalnya untuk melakukan perjalanan pulang kampung, atau berangkat ke tempat kerja, pendidikan, silaturrahim atau hal-hal lain yang sangat bermanfaat, maka semuanya harus ditunda besok harinya atau harus buru-buru dilakukan sehari sebelumnya. Masyarakat cenderung memahami naasnya suatu usaha hanya pada masalah-masalah duniawiyah. Takut kecelakaan, takut bangkrut, takut miskin dan takut mati. Ini menunjukkan 4 Cermati: Ibid. 3

bahwa orientasi kerja mereka hanya semata-mata hasil yang bagus, sementara mereka tidak siap untuk menerima kerugian, apalagi sampai pada tingkat kematian; karena mereka memang tidak cukup bekal amal untuk itu. Padahal semua manusia pasti mengalaminya. Dan yang jelas waktunya tidak mesti pada bulan Muharram, melainkan di semua bulan manusia bisa mendapatkan keberuntungan maupun kerugian. Tidak ada satu pun penelitian yang menghasilkan data bahwa pada bulan Muharram angka kecelakaan meningkat, ratio kematian paling tinggi, kasus perceraian paling banyak, dsb. Apakah dengan menghindari bulan ini dari melakukan aktivitas tertentu lantas dijamin bebas dari masalah? Tentu tidak jawabannya, sekali lagi semua tergantung dari usahanya dan taufiq dari Allah ta ala, bukan waktu naas atau mujurnya. Kita kan masyarakat Jawa?! Manakala dipaparkan keterangan di atas, barangkali akan ada sebagian kalangan yang berdalih, Walaupun beragama Islam, namun kita kan tinggal di tanah Jawa, jadi tidak etis jika kita tidak mengikuti atau menghormati adat istiadat masyarakat Jawa!. Jawabannya: Allah telah memerintahkan dalam al-qur an agar kita bertotalitas dalam berislam. Kata Allah, "ي ا ا ي ه ا ال ذ ي ن ا م ن وا اد خ ل و ا ف ي الس ل م ك اف ة و لا ت ت ب ع و ا خ ط و ات الش ي ط ان ا ن ه ل ك م ع د و م ب ي ن ". Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian ikuti langkah-langkah setan. Sungguh ia musuh yang nyata bagi kalian. QS. Al-Baqarah: 208. Bukanlah merupakan sikap totalitas dalam beriman, manakala seseorang shalat, puasa dan zakat dengan cara Islam, namun berkeyakinan dengan sesuatu yang tidak selaras dengan ajaran Islam. Islam bukanlah agama yang menolak mentah-mentah setiap adat istiadat, apalagi jika budaya tersebut selaras dengan ajaran Islam. Namun Islam akan memerangi budaya manakala bertabrakan dengan ajarannya, sebagai upaya agar para pengikutnya patuh dengan setiap aturan yang digariskan oleh Allah jalla wa ala. Renungan di awal tahun Sebagai renungan dalam momen tahun baru ini marilah kita introspeksi kembali segala apa yang telah kita lakukan pada tahun kemarin, terutama jika pada tahun lalu kita masih memiliki mitos sebagaimana di atas, maka mulai tahun ini marilah kita buang jauh-jauh itu semua sebagai bentuk komitmen untuk selalu melakukan perbaikan demi perbaikan setiap saat, terutama terhadap keimanan dan amal kita. Tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin. Allah ta ala berfirman, "ي ا ا ي ه ا ال ذ ي ن ا م ن وا ات ق وا االله و ل ت ن ظ ر ن ف س م ا ق د م ت ل غ د و ات ق وا االله ا ن االله خ ب ي ر ب م ا ت ع م ل و ن ". 4

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan (QS. Al-Hasyr (59): 18). Wallahu a lam Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga, 9 Desember 2010 5